"The truth not justification"

Kebenaran Bukan Pembenaran

Advertisement

Dulu Mike Tyson membeli mansion di Southington Township, Ohio, pada akhir 1980-an. 

Saat itu, rumah itu menjadi simbol kejayaannya: luasnya sekitar 25.000 kaki persegi, berdiri di atas lahan sekitar 60 hektar, lengkap dengan kolam renang indoor raksasa, lapangan basket, bahkan kandang harimau peliharaannya.

Rumah itu benar-benar mencerminkan gaya hidup Tyson di masa puncak kariernya.

 

Namun, kejayaan dunia tidak selalu bertahan selamanya.

Ketika Mike Tyson menghadapi berbagai masalah hukum dan keuangan, rumah tersebut akhirnya tahun 1999 dijual.

 

Setelah berpindah tangan, pemilik berikutnya tersandung kasus hukum, sehingga mansion itu dibiarkan kosong dan tidak terawat selama hampir satu dekade.

Rumput liar tumbuh tinggi, dinding dan interiornya rusak, dan bangunan megah itu berubah menjadi rumah hantu moderen dan kemewahannya perlahan memudar dimakan waktu.

Pemandangan itu menjadi pengingat bahwa kekayaan, popularitas, dan harta duniawi bersifat sementara.

 

Apa yang hari ini tampak kokoh, besok bisa saja runtuh.

Kemegahan dunia tidak pernah menjamin kebahagiaan atau ketenangan yang sejati.

Tetapi kisah rumah itu tidak berakhir dalam kehancuran.

Rumah itu berubah ketika Living Word Sanctuary Church mengambil alih properti itu sekitar tahun 2015.

Gereja tersebut merenovasi bangunan besar itu menjadi tempat ibadah.

 

Kolam renang indoor Tyson diubah menjadi ruang sanctuary utama, garasi menjadi ruang kelas anak-anak, dan area kandang harimau dijadikan paviliun kegiatan.

Perubahan ini begitu menginspirasi.

Tempat yang dahulu dipenuhi kemegahan duniawi kini dipenuhi doa, pujian, dan penyembahan kepada Tuhan.

 

Bangunan yang pernah melambangkan kejayaan manusia kini menjadi rumah bagi kemuliaan Allah.

 

■ Kisah ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat sementara.

 

Kekayaan, popularitas, dan keberhasilan bisa datang dan pergi.

Tetapi Tuhan mampu mengambil sesuatu yang hancur, terlupakan, bahkan dianggap tidak berguna, lalu memberinya tujuan baru yang mulia.

Demikian pula dengan hidup manusia, mungkin ada masa ketika hidup kita terasa runtuh atau terbengkalai.

Namun, di tangan Tuhan, reruntuhan dapat dibangun kembali menjadi sesuatu yang indah dan berarti.

“Dunia dan keinginannya sedang lenyap, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”

 

Kata Alkitab

1 Yohanes 2:17.

 

Tuhan Yesus memberkati 🙏