"The truth not justification"

Kebenaran Bukan Pembenaran

Advertisement

Atlet MMA yang menusuk Agrapinus Rumatora alias Nus Kei hingga tewas mengaku kalau dirinya punya jiwa pembunuh.

Hendrikus Rahayaan (28), atlet MMA yang menusuk Agrapinus Rumatora alias Nus Kei hingga tewas mengaku kalau dirinya punya jiwa pembunuh. Hal itu ia ungkap sebelum menusuk Nus Kei.

Pada postingannya di Juni 2025, ia memposting video dirinya sedang tanding di atas ring. Namun pada unggahannya itu, Hendrikus menyinggung soal pembunuh.

“Kalau teknik kurang, brutal itu harus. Sang pembantai tidak pernah menunggu,” tulisnya di video.

Ia juga menuliskan caption soal pembunuh.

“Jangan ngaku pembunuh, kalau ujung-ujungnya bunvh dir1 sendiri,” tulisnya.

 

Sebelumnya ia juga memposting foto dirinya sebelum bertanding kick boxing. Dirinya menyebut kalau ia punya jiwa pembunuh.

“Kalau teknik – saya kurang. Tapi taktik dan jiwa pembunuh – mari saya orangnya,” tulisnya.

Dirinya juga mengaku sudah terbiasa mandi darah baik di ring maupun di jalanan.

“Saya sudah terbiasa dibantai dan mandi darah , kalau hanya soal berkelahi ayok kita gas….,” tulisnya lagi.

Pada akun Instagramnya, sering memposting kegiatannya saat tanding. Ia diketahui merupakan atlet MMA dan Muaythai.

Kata Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, motif pembunuhan Nus Kei adalah dendam. Motif ini diduga buntut dari masalah tanah di Maluku. pada 29 Oktober 2023 silam bentrokan terjadi di Bekasi.

 

Satu orang anggota kelompok Nus Kei tewas tertembak. Tembakan diduga berasal dari kelompok John Kei.

“Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu,” kata AKBP Rian Suhendi.

 

Hendrikus Rahayaan pernah mengemban ilmu hukum di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Lewat akun Instagramnya pun Hendra sapaan karibnya, sering kali memposting kegiatan ketika di Semarang.

Ia lahir di Watran, Kota Tual, 6 Desember 1997. Hendra dibesarkan di Desa Hollat, Kei Besar.

Prestasi yang pernah diraih antara lain emas Wushu di Pekan Olahraga Provinsi Maluku, dua emas di ajang One Pride MMA, emas Pra-PON, hingga perunggu di PON. Namun sayangnya kini dari semua prestasi di bidang olahraga bela diri jarak dekat itu, Hendrikus justru menjadi pelaku penusukan Nus Kei menggunakan senjata tajam.

 

Hendrikus Rahayaan bersama dengan Finansius Ulukyanan (36) ditangkap setelah melakukan penusukan terhadap Nus Kei di pintu keluar Bandara Karel Sadsitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT.