"The truth not justification"

Kebenaran Bukan Pembenaran

Advertisement

“Saya Tidak Berniat Merampok… Tapi 28 Milyar Uang Umat Hilang” ‼️‼️👇👇

“Semua ini dimulai bukan dari niat jahat untuk merampok uang umat, melainkan dari sebuah tekanan besar untuk memberikan hasil yang terbaik bagi nasabah dan juga instansi tempat saya bekerja.

Sejak awal, niat saya adalah membantu CU-PAN mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi melalui produk yang saya kelola secara mandiri. Mengapa? Karena saya ingin mereka—para umat yang menabung perak demi perak—merasakan manfaat lebih besar daripada sekadar deposito biasa. Selama tujuh tahun, semuanya berjalan lancar. Bunga saya bayarkan rutin, umat senang, dan dana mereka tampak bertumbuh. Di mata saya saat itu, ini adalah solusi ‘menang-menang’.

Namun, saya melakukan kesalahan besar.

Saya mulai terjepit dalam skenario pengelolaan dana yang tidak sanggup lagi saya kendalikan. Investasi yang saya kelola secara pribadi dengan harapan bisa melipatgandakan dana umat ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Properti, kafe, dan aset-aset yang saya beli bukanlah untuk memperkaya diri secara tamak, melainkan upaya saya untuk memutar uang agar tetap bisa membayar bunga 8% yang sudah saya janjikan. Saya panik. Saya terjebak dalam lubang yang saya gali sendiri.

Kepergian saya ke luar negeri bukan murni untuk melarikan diri, tetapi sebuah tindakan impulsif karena saya mengalami mental breakdown saat dana Rp10 miliar yang diminta CU tidak sanggup saya cairkan seketika. Saya butuh waktu untuk berpikir jernih. Begitu saya sadar bahwa ini tidak bisa disembunyikan lagi, saya memilih untuk pulang secara kooperatif dan menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan semuanya.

Mengenai pembakaran bilyet, itu adalah tindakan spontan karena rasa takut yang luar biasa. Saya merasa gagal menjaga amanah Suster Natalia. Saya merasa hancur melihat Suster yang hidupnya tanpa harta pribadi harus ikut terseret dalam kesalahan manajemen yang saya lakukan.

Saya tidak mencari pembelaan agar saya bebas dari hukum. Saya mengakui kesalahan saya. Namun, saya ingin semua orang tahu bahwa ini bukanlah rencana perampokan yang saya susun dari awal. Ini adalah rangkaian ketidaksengajaan dalam pengambilan keputusan finansial yang salah, ketidakmampuan mengelola risiko, dan rasa takut untuk mengakui kegagalan di hadapan umat yang sudah sangat percaya kepada saya.

Saya memohon maaf kepada Suster Natalia dan 1.900 umat. Saya akan bersikap kooperatif dengan pihak berwajib agar seluruh aset saya bisa digunakan untuk mengganti kerugian tersebut.”

Apapun alasan anda.. Balikin 28 M 😡‼️