Sutarto alias To’a (52 thn) mengaku jadi korban penyadapan tanpa izin oleh tetangganya sendiri sebut saja namanya Aam {35 thn) yang tercatat sebagai salah satu dosen di bidang teknologi informasi di salah satu Universitas dearah tanjung barat, Jakarta. Aam dan To’a adalah Warga Kalisari , Pasar Rebo, Jakarta Timur. Berdasarkan pengakuan dari To’a, memang Aam dan istrinya mengaku sebagai dosen di kampus yang sama. Berdasarkan keterangan itulah To’a mempercayakan HandPhone nya di perbaiki oleh Aam.
Namun setelah masa pengerjaan itu selesai, semua aturan kode, sandi semua akunnya berubah. Yang tentu saja menimbulkan kecurigaan To’a. Bahkan permasalahan HP nya tidak di kerjakan. Justru semua password dan kata sandinya berubah. Setelah beberapa kali di ajak untuk konfirmasi yang bersangkutan mengaku bahwa HP To’a memang sudah rusak dari awalnya. Untuk itu di lakukan perubahan semua kata sandi. Namun jawaban itu membuat To’a tidak puas. Karena pengerjaan sebelumnya tidak seperti yang di sepakatkan.
Setiap mau menggunakan HP, permintaan password selalu di depan. Padahal sebelumnya tidak demikian. Kerap kali ketika melakukan video call dengan istrinya yang terpisah karena tempat kerja, mendengar suara yang tidak asing di antara obrolan mereka berdua. Pernah suatu ketika. Video pribadi bersama pasangannya yang tersimpan di galery pribadi nya hilang semua tanpa bekas. Ini membuat To’a berang dan ingin memberi pelajaran kepada Aam. Karena To’a yakin bahwa memang cuma Aam pelakunya, karena Aam pernah cerita bahwa mencuri dari jaringan Wifi pun bukan perkara sulit. Namun, karena To’a menceritakan kepada ‘The Take thief’ di arahkan untuk meredam emosinya dan bersabar menunggu waktu yang tepat.
Pada awak media, To’a mengatakan bahwa Aam adalah hacker di lingkungan rumahnya. Dia bisa mencuri data siapapun yang dia mau tanpa harus di ketahui siapapun tanpa bekas asal bayarannya sesuai. Untuk sekedar membobol sandi wifi adalah hal kecil bagi Aam menurut keterangan dari To’a.
Entah sudah berapa banyak korban di lingkungan tempat mereka bermukim yang jadi korban tindak pidana kriminal Aam, seperti pencurian, perampokan, pembobolan rekening, penipuan online dll yang memang semua itu adalah permainan para hacker dalam mencari peluang duit dan bekerja sama dengan pihak lain untuk memanipulasi data cctv. Semoga dengan di turunkannya berita ini para korban yang selama ini diam, mulai bersuara untuk mendapatkan keterangan sebanyak mungkin. Sehingga segera dapat di proses tanpa kesempatan cuci tangan. Dan pihak terkait bisa mempelajari untuk menyidik dan menyelidik kejahatan cyber yang di lakukan oleh pemilik wifi; ” JARINGAN TERSEMBUNYI & B**AK_AJA_LOH” di lingkungan tersebut.
Dan jika memang ada aktivitas yang merugikan pihak lain tim cyber dapat bergerak cepat menangkap pelaku yang di duga tidak sendirian atau di ketahui pihak setempat. Yang memang terkenal biang kerok di lingkungannya, karena pernah juga urusan kredit mobil Toyota Avanza atas nama Aam menggunakan alamat tetangganya. Sehingga kerap kali tetangganya yang tidak merasa mengambil mobil tersebut harus adu syaraf berkali-kali, sehingga mengakibatkan masuk rumah sakit hingga menghabiskan ratusan juta rupiah. (Bs)












