The truth not justification

(Kebenaran Bukan Pembenaran)

Advertisement

Panitia Cerdas Cermat Intoleran dan Rasis

Dia berdiri di sana, begitu tenang namun terlihat sangat kuat. Saat ketidakadilan terjadi tepat di depan matanya, dia tidak marah-marah apalagi sampai t4ntrum. Meski harga dirinya sebagai wakil sekolah sedang diuji, wajahnya tetap dingin dan terkendali.

Hebatnya, dia tetap menjaga etika. Kalimatnya selalu diawali dengan kata “izin” dan “maaf” saat mencoba memberikan penjelasan.

Namun sayang, kejujurannya justru dibungkam dan ditolak mentah-mentah.

Ketika pembawa acara memintanya untuk duduk, dia memilih untuk tetap berdiri. Baginya, menyuarakan kebenaran belum selesai. Dia tidak takut, dia tidak goyah, tapi dia tetap sopan.

 

Inilah sosok anak muda yang langka: punya kecerdasan luar biasa, ketenangan mental, adab yang tinggi, sekaligus keberanian yang besar.

Dalam acara yang justru mempertontonkan k3t1dak4dil4n tersebut, dia sudah keluar sebagai pemenang yang sesungguhnya.

 

Sementara mereka yang terlibat dalam kekacauan itu—mulai dari juri hingga pihak yang beralasan teknis soal pengeras suara—hanyalah sekumpulan p3cund4ng.

Kini, seluruh Indonesia tahu siapa juara aslinya. Nama Josepha Alexandra punya arti yang sangat indah: “Perempuan yang diberkati Tuhan untuk menjadi pelindung manusia.”

Melihat keberaniannya hari ini, rasanya tidak berlebihan jika kita berharap kelak ia benar-benar menjadi pelindung bagi sesamanya.

Tetaplah tegak, Josepha. Dunia butuh lebih banyak orang sepertimu.