"The truth not justification"

Kebenaran Bukan Pembenaran

Advertisement

Akibat Ucapan Ancaman Jusuf Kalla Terkait Akan Mencabut Listrik di Sumatera

Perwakilan masyarakat kecil terzolimi meminta kepada Presiden Prabowo Simarmata dan Wakil Presiden Gibran Rajagukguk untuk menyita semua perusahaan Jusuf Kalla menjadi milik negara. Seperti PLTA yang dimana dalam ucapannya ketika terlilit masalah Penistaan Agama mengatakan akan mencabut listrik di seluruh Sumatera.

 

Ini tentu saja bukan hanya ucapan receh rakyat kecil yang teriak lapar di depan tumpukan MBG yang penuh dengan berbagai menu tetapi sudah tidak layak saji karena tidak sesuai harga yang di terima dan yang di keluarkan negara.

 

Hal ini penting di ambil oleh negara, karena menyangkut hidup rakyat banyak.

Begitu juga dengan PMI selayaknya di berikan kursi tersebut oleh mereka yang berhati bersih dan mulia tanpa ada maksud terselubung seperti misalnya  Bapak Ir Joko Widodo. Karena darah artinya nyawa dan nyawa artinya kehidupan.

 

Kehidupan tanpa listrik tidak akan tercapai seperti yang dikatakan Raden Ajeng Kartini; “habis gelap terbitlah terang”.

 

Negara tidak perlu membayar ganti rugi atau ganti untung terkait penyitaan perusahaan listrik Jusuf Kalla tersebut. Karena semasa beliau jadi Mentri di kepemimpinan Presiden Abdurahman Wahid telah melakukan korupsi kolusi nepotisme secara beruntun, bertubi-tubi hingga terdaftar 350 (tiga ratus lima puluh) kasus yang totalnya mencapai 10 Mega biliun yang tidak pernah di usut. Karena,

Pemerintah pada saat itu tau betul, siapa yang suka mengancam dalam senyuman dengan dalang bom bundir dan dalang teroris di negara pada saat itu.

Ini saatnya Presiden Prabowo Subianto menyita semua perusahaan Jusuf Kalla dan meminta bunga dari hasil korupsi sebesar 1000% tanpa negosiasi tanpa di dampingi PH mana pun & tanpa praduga tak bersalah. Jika tidak mampu maka wajib menutup Perusahaan Haji Kalla Cs. Dan hak memimpin dan bersuara.

 

Negara tidak boleh kalah ! Walaupun Jusuf Kalla ex wapres bukan berarti bisa seenaknya melakukan perbuatan tanpa memikirkan dampaknya pada orang lain.

 

Dan oleh sebab itu jika berhasil maka Presiden Prabowo Subianto akan di sematkan sebagai Bapak Reinkarnasi Indonesia versi ‘Fun_D_Mic’ media +62 news.