Wiwin Suryadinata dulunya adalah pengusaha yang cukup sukses di Jakarta. Setelah pemerk*saan massal Mei ’98 terjadi, ia ikut membantu beberapa korban dan ikut mengumpulkan tanda-tangan kaitannya dengan tragedi Mei 1998.
Namun, anaknya, Ita Martadinata yang hendak bersaksi di PBB mengenai pemerk*saan ini, ditemukan terbunuh dengan kondisi tragis dengan bercak sperma dan darah di kamarnya pada 9 Oktober 1998.
Wiwin akhirnya menjual asset yang sebagian disumbangkan dan sekarang ia bertahan hidup di kamar kosnya.
































