"The truth not justification"

Kebenaran Bukan Pembenaran

Advertisement

UMUR 36, HARTA TEMBUS RP 20 MILIAR — NAIK CEPAT, PUBLIK MULAI BERTANYA

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kembali jadi sorotan. Bukan cuma karena ucapannya yang simpel tapi bikin mikir, “pokoknya ada”, tapi juga karena lonjakan kekayaannya yang cukup signifikan.

 

Dalam laporan LHKPN terbaru (periodik 2025), total harta Teddy tercatat mencapai Rp20,1 miliar, naik sekitar Rp4,7 miliar dari sebelumnya Rp15,3 miliar di 2024.

 

Lonjakan ini terjadi di tengah perhatian publik terhadap transparansi anggaran, khususnya terkait program Pasar Murah. Saat ditanya soal sumber pendanaan, Teddy tidak menjelaskan secara rinci—hanya memastikan bahwa semuanya sudah diperhitungkan pemerintah.

 

Rincian Kekayaan

Tanah & Bangunan: Rp9,04 miliar

Kendaraan: Rp1,21 miliar

Harta bergerak lainnya: Rp7,7 miliar

Kas & setara kas: Rp2,14 miliar

Total: Rp20,11 miliar

 

Utang: Nihil

 

Mayoritas aset berasal dari properti yang tersebar di beberapa daerah, termasuk Sragen, Bekasi, dan Minahasa.

 

Profil Singkat

Teddy Indra Wijaya:

Lahir: 14 April 1989 (usia 36 tahun)

Lulusan Akmil 2011

 

Pernah jadi ajudan Presiden Jokowi

Kini menjabat Seskab di era Presiden Prabowo

 

Yang Jadi Pertanyaan

Kenaikan harta itu sendiri bukan hal yang salah. Tapi dalam konteks pejabat publik, transparansi itu bukan opsional—itu wajib.

 

Kalimat “pokoknya ada” mungkin cukup di ruang santai. Tapi di ruang publik, orang butuh lebih dari sekadar keyakinan—mereka butuh penjelasan.

 

Sekarang pertanyaannya sederhana: Ini murni hasil kerja dan investasi?

Atau ada hal yang belum sepenuhnya dijelaskan ke publik?

 

Realitanya, kepercayaan publik itu mahal. Sekali goyah, susah balik.

 

Menurutmu gimana? Normal atau perlu dijelaskan lebih dalam?