Kriminalitas Oknum TNI Makin Merajalela di Era Prabowo?
Tahukah Kamu?, NASIONAL – Belakangan ini warganet dibuat resah dengan rentetan kasus kriminal dan aksi koboi yang melibatkan oknum anggota militer. Banyak yang berasumsi bahwa sejak tampuk kepemimpinan beralih ke Pemimpin berlatar belakang militer, para oknum ini seolah olah merasa mendapat angin segar untuk bertindak arogan. Tapi benarkah angkanya benar benar meningkat?
Mari kita bedah realita mengerikan di balik layar keangkuhan oknum berseragam belakangan ini:
– Klaim Resmi Pelanggaran Menurun Tajam.
Berdasarkan data yang baru saja dirilis oleh Komandan Pusat Polisi Militer pada Februari 2026 lalu, angka pelanggaran prajurit di sepanjang tahun 2025 justru diklaim mengalami penurunan tajam! Data dari Operasi Gaktib turun sekitar lima persen, sementara perkara dalam Operasi Yustisi bahkan diklaim anjlok drastis hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
– Kualitas Kasus Makin Sadis dan Viral.
Lalu kenapa publik merasa kejadiannya makin banyak? Jawabannya ada pada kualitas dan tingkat keparahan kasusnya. Angkanya mungkin turun di atas kertas, tapi kasus yang meledak ke publik belakangan ini sangat brutal dan tak pandang bulu.
Silakan nilai sendiri deretan kasus nyata yang sukses viral akhir-akhir ini:
1. Penembakan Sales Mobil di Aceh Utara (Awal 2025)
2. Aksi Koboi Maut di Tol Jakarta Merak (Maret 2025)
3. Pembunuhan Jurnalis Wanita di Sorong (April 2025)
4. Eksekusi Kepala Cabang Bank (Agustus 2025)
5. Teror Senjata Laras Panjang di Gowa (September 2025)
6. Komplotan Perampok Tol Trans Sumatera (November 2025)
7. Pembunuhan Sadis di Baubau (Desember 2025)
8. Kekerasan Sengketa Lahan (Sepanjang 2025)
9. Sindikat Maling Kabel SPBU (Februari 2026)
10. Penganiayaan Driver Ojol di Kembangan (Februari 2026)
11. Teror Air Keras Aktivis KontraS (Maret 2026)
12. Intimidasi Jurnalis di Medan (April 2026)
13. Pemukulan Kurir Paket di Cakung (Mei 2026)
14. Saling Tembak Sesama Prajurit di Palembang (Mei 2026)
– Sorotan Tajam Aktivis HAM.
Keganasan oknum militer belakangan ini sampai membuat lembaga HAM seperti Imparsial ikut buka suara. Mereka menuntut keras agar setiap prajurit yang terbukti melakukan tindak kekerasan dan pidana terhadap rakyat jelata wajib diseret dan diadili secara transparan melalui sistem peradilan umum, bukan hanya diselesaikan secara diam diam di ranah internal militer saja.
– Euforia Korps yang Salah Kaprah.
Banyak pengamat menilai bahwa latar belakang Presiden Prabowo yang berasal dari militer mungkin secara tidak langsung membuat segelintir oknum prajurit merasa memiliki tameng imunitas lebih. Rasa kebanggaan korps yang salah kaprah inilah yang kemudian memicu arogansi saat mereka bergesekan dengan warga sipil di lapangan.
Jadi faktanya, secara kuantitas pelanggaran administratif mungkin diklaim menurun, tapi secara kualitas aksi kriminalitas oknum aparat ini justru terasa makin brutal, meresahkan, dan sangat membahayakan nyawa warga.
Menurut Kamu, apakah hukuman untuk oknum aparat yang arogan selama ini sudah cukup memberikan efek jera?
Disadur dari:
Rangkuman data resmi kepolisian militer dan rentetan catatan kelam aksi oknum aparat sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026.



























































