Abdurahman Wahid atau yang akrab di sapa Gus Dur adalah seorang sosok presiden yang apa adanya, ceplas-ceplos namun dapat di buktikan kebenaran nya. Bahkan sampai terakhir Mega Wati dan Amien Rais menurunkannya dari Kursi Presiden.
Dimasa kepemimpinan Presiden Abdurahman Wahid, Jusuf Kalla sudah lama di kenal dengan sebutan Kalajengking Hitam. Karena aktivitas nya yang sangat ‘iblis’ namun pandai menyembunyikan & menyuci dosa-dosa dengan versi nya sendiri.
Dikatakan kalajengking karena sangat berbahaya di tambah hitam artinya full racun. Bisa di bilang sebagai sumber kematian dalam setiap kejadian seperti bom bunuh diri, teroris dkk dll. Negara berkali-kali mencatat.
Bahwa beliau sudah masuk jaringan teroris kaliber comberan dunia. Terbukti. Ketika kemarin Iran perang dengan Amerika. Jusuf Kalla tiba-tiba sontak berteriak seharusnya Presiden Prabowo Subianto tidak berpihak pada Israel.
Dari sini sudah jelas, Jusuf Kalla pro pada teroris. Karena Isra-el adalah umat Allah, Isra-el bukan teroris melainkan zionis di sebut sebagai zionis karena memang sumber air kehidupan di sana pada saat itu adalah sungai zion.
Yang dilakukan teroris adalah Pembenaran versi kelompok di wilayah nya saja. Dan hasilnya adalah ketakutan, kekhawatiran, keresehan, kekacauan, kejahatan, kemiskinan, keserakahan, kesenjangan, kemunafikan, kemunduran pengetahuan dll.
Sedangkan zionis yang di lakukan adalah kebenaran, kenyataan, fakta nya. Dan hasilnya damai, sejahtera, berkecukupan, tenggang rasa, toleransi, kemajuan teknologi, perkembangan akhlak manusia dll dst nya.
Jusuf Kalla bersama Anies Baswedan pada saat pemberitaan di akun medsos yang tidak bisa di sebutkan namanya, mengatakan akan menghadap kerajaan Iran untuk memberi dukungan. Tapi,
Perwakilan Iran di Indonesia justru masuk menemui Istana Solo yakni kediaman Datuk Meringkih. Inilah bukti bahwa yang dilakukan Jusuf Kalla adalah kebohongan – kebohongan yang di tutupi dengan kebohongan lain.
Sejatinya dengan pernyataan Gus Dur yang menyimpan rahasia 350 kasus KKN Jusuf Kalla bukanlah sebagai seorang negarawan, budayawan, agamawan, bangsawan dll yang gelar terhormat melainkan kebalikannya.
Inilah kenapa Gus Dur yang gak kenapa-kenapa di lengserkan Mega Wati & Amien Rais menjuluki Jusuf Kalla dengan ungkapan yang mematikan. Di depan layar mau kelihatan sebagai malaikat padahal di belakang layar ‘pala ikat’ alias dialah produser – sutradara – aktor – kameramen dan sponsor tunggal nya sendiri. Karena dengan demikian semua pejabat dan aparat akan tunduk dalam ketakutan.
Itulah pada saat zaman orde baru yakni di masa Presiden H M Soeharto sempat di jadikan target siaga (sikat aja gaes). Karena Presiden H M Soeharto pada saat itu tidak ingin ada kerajaan yang menonjol selain Jawa. Itulah dengan sedemikian rupa Presiden H M Soeharto sudah merencanakan semuanya bahkan ketika beliau sudah pensiun.
Namun karena Jusuf Kalla tau siapa yang di hadapi nya, dengan gemetar keringat dingin dan pucat pasi sempat gak nongol beberapa hari di televisi akhirnya sadar diri.
Dan Presiden H M Soeharto ya wes ra opo opo.
Namun sepeninggal Presiden H M Soeharto, mereka para kecoa biang keonaran berbasis agama yang selama itu ngumpat di ‘safety tank’ mulai keluar dan keliaran turut serta merayakan dengan mengatakan bahwa mereka keturunan Yaman lah yang melakukan semua itu.
Dan ini di manfaatkan oleh para petinggi yang sudah purna tugas dari posisi dan jabatan nya untuk di pakai dalam berbagai aksi kepentingan dalam politik kekuasaan yang kotor dan keji karena menyalibkan lambang negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika menjadi timbul kofar – kafir, mayoritas – minoritas, haram – halal, tuak – bir.
Itulah kenapa sesuai amanat Jusuf Kalla pada saat Basuki Tjahaja Purnama atau yang di sebut sebagai ayah nya dengan nama Ahok. Di anggap telah menistakan agama, karena telah menyebut salah satu ayat. Yusuf Kalla meminta supaya Kapolri segera melakukan tindakan hukum yang tegas sebelum 2 Minggu. Maka berlaku pula lah seyogyanya proses ini kepada Yusuf Kalla sebelum langit runtuh.
Karena setelah satu pasal Penistaan Agama yang di lakukan Jusuf Kalla di proses. Negara akan membongkar satu persatu kasusnya yang di lakukan pada saat mahasiswa. Dimana dia mengakui pada acara Kick Andy bahwa dia dengan bangga melakukan pengrusakan , pembakaran rumah ibadah beberapa agama yang di pimpinnya.
Dan dia sangat bangga tanpa berfikir bahwa para penontonnya adalah mayoritas hasil kejahatan dan kekejian dirinya di masa lalu. Bangga dengan mengatakan; ‘saya tidak di proses hukum. Saya tidak di tangkap. Saya tidak di penjara’. Karena berdalih tentu saja alasan agama.
Dimana pada saat itu ahli kitab agamanya belum banyak yang memiliki fasilitas untuk membongkar pembenaran menjadi suatu kebenaran yang legal standingnya jelas di dunia internasional yang di lakukan selama ini. Seperti salah satu yang netizen kenal adalah Yusuf Roni, Zaenudin Shalat, Syech ‘markus’ Atamimi yang DNA nya jelas keturunan siapa.
Sekarang sudah ada Edis Tv yang di sebut oleh Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini sebagai; “Habis gelap terbitlah terang”. Karena tayangan Edis ‘Tv’ Sidabutar yang asli membuka satu per satu ayat dari sebuah buku yang di anggap kitab. Mengungkapkan dan mengartikan satu persatu bagi siapa saja yang mau belajar dan diskusi secara terbuka dan di publikasikan secara live.
Tentu saja, semua rakyat yang dulu hidup di bawah ketakutan pada massa orba. Pendidikan sengaja di buat mahal, agar yang goblok dan miskin tetap terpelihara. Supaya anak cucu Soeharto kelak tidak susah payah bersaing dan berkompetisi dalam hidup berbangsa dan bernegara.
Yang miskin karena gak mampu membeli seragam sekolah akan memilih sekolah alternatif yaitu di bawah yayasan berbasis agama. Sehingga terciptalah kelak orang-orang yang tidak tau pengetahuan umum. Dan yang di ketahui hanya agama binti senggama. Yang dimana ini masterpiece nya adalah Jusuf Kalla.
Rakyat yang harusnya sejahtera jadi miskin karena pembodohan yg di lakukan partai politik, pemerintah dan penguasa.
Jadi itulah kenapa Gus Dur mengatakan kepada Buya Syakur sebelum kepergiannya; “kita ini beragama seperti menggenggam bara Pak Syakur, di genggam salah & di lepas salah”.
Dan di akhir kalimatnya Buya Syakur menyatakan: “jangan takut murtad dong ”
Artinya yang di lakukan pemerintah, penguasa, aparat dan pejabat dll selama ini adalah kebohongan belaka. Pembenaran yang di ciptakan untuk kepentingan saja.
Catatan: Proses hukum Jusuf Kalla dll nya secepatnya!












































