"The truth not justification"

Kebenaran Bukan Pembenaran

Advertisement

ANTARA SENSASI DAN MORALITAS YANG TERABAIKAN

Kadang kita perlu bertanya: di mana letak logika dan prioritas kita sebagai masyarakat?

 

Sebuah warung mie berbahan non-halal yang sudah berizin resmi, membayar pajak, dan secara terbuka memberi label “non-halal”, justru dipermasalahkan dan dianggap meresahkan. Padahal, tidak ada paksaan bagi siapa pun untuk membeli atau mengonsumsinya.

 

Di sisi lain, kasus-kasus serius seperti pelecehan seksual di lingkungan pendidikan—termasuk di tempat yang seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar dan membentuk moral—justru sering tidak mendapat perhatian yang sama besar. Berulang kali kita mendengar laporan tentang santri yang menjadi korban, dengan berbagai modus yang menyedihkan. Ini bukan kasus kecil, melainkan fenomena yang perlu ditangani secara serius.

 

Pertanyaannya sederhana: mengapa hal yang jelas-jelas tidak memaksa dan tidak merugikan orang lain bisa memicu kemarahan besar, sementara pelanggaran moral yang nyata dan merusak kehidupan korban justru sering diabaikan?

 

Masalah makanan adalah soal pilihan pribadi dan keyakinan masing-masing. Tapi ketika ada penyalahgunaan kekuasaan, terutama terhadap anak didik, itu bukan lagi soal pilihan—itu adalah kejahatan yang merusak masa depan, melukai korban, dan mencoreng nilai-nilai agama serta kemanusiaan.

 

Sudah saatnya kita lebih konsisten dalam bersikap. Jangan sampai kita terlalu sibuk memperdebatkan hal-hal simbolik, sementara masalah moral yang nyata justru luput dari perhatian.

 

Dan kepada pihak-pihak yang memiliki otoritas moral maupun keagamaan, masyarakat menunggu keberanian untuk bersuara dan bertindak tegas—bukan hanya pada isu-isu yang mudah, tetapi juga pada persoalan yang benar-benar menyangkut keadilan dan perlindungan sesama.

 

#fotofyp

#fotoviral