The truth not justification

(Kebenaran Bukan Pembenaran)

Advertisement

“stay healthy, stay strong and stay optimistic”

Saya agak menahan diri memposting kasus Nadiem Makarim karena tak mau memberi komentar terhadap proses persidangan. Sebagai advokat yang ‘old school’ saya selalu berhati-hati karena ini etika yang sejak dulu saya dapatkan dalam praktek.

Tapi ekosistem penegakan hukum sudah berubah, banyak komentar dan opini di media terutama media sosial. Wartawan juga tak lagi mengindahkan penulisan berita sebagai berita tetapi banyak yang opinionated. Sebaliknya majelis hakim tak juga menjaga ‘equality in arms’ dalam artian seimbang dalam memberikan hak kepada para pihak yang berperkara dalam hal ini penuntut umum dan pembela terdakwa. Sampai-sampai pembela terdakwa menulis laporan ke Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial.

Saya berharap majelis hakim melihat semua fakta dengan jernih, mempertimbangkan semua kesaksian dan keterangan ahli dengan jujur dan bijaksana.

Saya yakin majelis hakim akan menemukan kebenaran dan keadilan. Publik sudah mengetahui apa yang diutarakan dalam persidangan, dan akal sehat menuntun setiap orang untuk bisa menilai apakah tuduhan dan tuntutan itu sesuai dengan fakta.

Saya yakin bahwa tak ada bukti-bukti yang ‘beyond any reasonable doubt’ mengatakan telah terjadi self-enrichment. Saya tak ingin ‘weaponization of law’ dipakai untuk mengkriminalisasi. Saya tak ingin melihat personal vendeta menggiring proses hukum ini.

 

Tapi putusan ada pada yang memegang palu. Yang memegang palu punya wisdom dan sense of justice karena setiap putusan itu dibuat dengan irah-irah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

 

Dalam panggung publik yang sedang disorot adalah majelis hakim itu sendiri. Penuntut Umum memang tugasnya menuntut sedangkan pembela tugasnya adalah membela. Semuanya berdasar bacaan mereka terhadap hukum dan bukti-bukti.

 

Tapi yang menilai dan memutuskan adalah majelis hakim yang mulia. Karena di tangan merekalah ‘keadilan’itu dititipkan.

 

Beberapa minggu lalu ketika saya menghadiri sidang Nadiem Makarim saya bertemu Nadiem ketika dia memasuki ruang sidang. Kepadanya saya hanya bilang “stay healthy, stay strong and stay optimistic”. Justice will prevail.