The truth not justification

(Kebenaran Bukan Pembenaran)

Advertisement

Putri Ahmad Bahar Polisikan Hercules: Dilaporkan soal Penculikan, Teror Senjata Api, hingga Penghinaan

Putri Ahmad Bahar yang berinisial F, berencana melaporkan kasus dugaan penculikan, penyanderaan, hingga intimidasi berat yang menyeret nama organisasi GRIB Jaya serta ketuanya, Rosario de Marshall atau yang akrab disapa Hercules, ke Polda Metro Jaya hari ini, Jumat (22/5/2026).

Rencana pengaduan ini dipastikan langsung oleh Ketua Bidang Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, usai mendampingi F menyampaikan aduan awal ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan di Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026). “Insyaallah, bila tidak ada halangan,” ujar Gufroni menegaskan langkah hukum ini.

Pihak kuasa hukum menyiapkan dua laporan polisi sekaligus dengan pasal berlapis. Laporan pertama berisi dugaan tindak pidana penculikan, penyanderaan, persekusi, penggunaan senjata api, hingga perbuatan yang melecehkan martabat dan kehormatan perempuan. Sementara laporan kedua berkaitan dengan dugaan peretasan data pribadi milik F yang menjadi pemicu awal kemarahan Hercules.

“LP yang pertama soal penculikan, indikasi penyanderaan, persekusi, penggunaan senjata api, melecehkan martabat perempuan, itu satu. LP berikutnya adalah terkait dengan data pribadi yang di-hack, sehingga berujung Hercules marah dan menuduh bahwa dia pelakunya,” jelas Gufroni.

Meski belum mengetahui siapa pihak yang diduga sebagai peretas, tim hukum mengaku sudah mengumpulkan berbagai barang bukti yang lengkap untuk diserahkan ke penyidik. “Nanti buktinya adalah tangkapan layar, ada juga beberapa rekaman dan dokumen pendukung. Kami sudah siapkan semuanya,” tambahnya.

Kasus berawal pada 17 Mei 2026, saat sejumlah anggota GRIB Jaya mendatangi kediaman Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis, Depok. Karena Ahmad Bahar sedang tidak ada di rumah, rombongan tersebut membawa paksa F ke kantor pusat DPP GRIB Jaya di Jakarta Barat.

F mengaku ditahan di lokasi itu selama sekitar enam jam, mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Selama di sana, ia merasa tertekan secara psikologis karena dikelilingi puluhan pria berbadan besar, hingga dirinya tak berani berbicara atau bergerak bebas.

Puncak dari intimidasi itu disebut terjadi saat Hercules datang, melontarkan kata-kata yang sangat merendahkan, mengancam akan mempermalukan nama baik Ahmad Bahar, hingga mengeluarkan dan mengacungkan senjata api jenis pistol tepat di hadapan F. Peristiwa inilah yang kini menjadi pokok utama tuntutan hukum yang akan dilayangkan pagi ini.

Sumber: Suaradotcom