Lagi ramai banget nih di media sosial soal babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat. Seorang siswi pintar bernama Ocha dari SMAN 1 Pontianak jadi pusat perhatian karena nyalinya yang luar biasa saat mengkritik keputusan juri yang dianggap tidak konsisten.
Kenapa Bisa Ramai? Masalahnya sepele tapi penting, yaitu soal jawaban tentang pemilihan anggota BPK. Penonton dan peserta merasa ada yang nggak beres karena:
Jawaban dari satu tim dianggap salah oleh juri.
Tapi anehnya, waktu tim lain jawab dengan maksud yang sama, malah dikasih poin. Perbedaan perlakuan ini bikin suasana jadi panas dan muncul dugaan k3cur4ng4n.
Ketua Fraksi MPR RI Angkat Bicara
Keberanian Ocha ini ternyata didengar langsung oleh Habiburokhman, yang merupakan Ketua Fraksi Gerindra MPR RI. Beliau malah mendukung penuh aksi Ocha. Ini beberapa poin penting menurut beliau:
π―Ocha Itu Keren: Beliau sangat menghargai anak muda yang berani bicara jujur dan tidak takut m3l4w4n ketidakadilan meskipun di depan banyak orang.
π―Juri Harus Dievaluasi: Beliau merasa juri dan panitia terlalu kaku dan tidak mau minta maaf atas k354l4h4n yang mereka buat.
“Ketua Fraksi ini bahkan mengusulkan supaya lombanya disetop dulu sementara. Beliau ingin ada evaluasi total dan kalau perlu ganti saja semua jurinya biar lomba ini tetap punya wibawa,” ungkapnya.
Sebenarnya, lomba ini kan tujuannya untuk belajar soal aturan negara dan kejujuran. Jadi, kalau jurinya saja tidak adil, nilai dari lomba itu sendiri jadi hilang.
Aksi Ocha mengajarkan kita semua kalau melihat sesuatu yang 5354t atau tidak benar, kita harus berani bersuara. Menang lomba itu bonus, tapi menjaga harga diri dan kebenaran itu jauh lebih utama!

































































