The truth not justification

(Kebenaran Bukan Pembenaran)

Advertisement

Masuk Akalkah Tuhan Menciptakan Surga Hanya untuk Memuaskan Syahwat Laki-laki?

​Jika kita merenung dengan jujur, setiap gambaran tentang tempat suci (Surga) seharusnya mencerminkan sifat-sifat Tuhan. Jika Tuhan itu Maha Suci, Maha Adil, dan Maha Kasih, maka Surga haruslah menjadi tempat di mana kemuliaan moral mencapai puncaknya.
​Namun, narasi dari abad ke-7 menyuguhkan pemandangan yang sangat janggal: Sebuah tempat tinggal abadi yang deskripsinya lebih mirip dengan fantasi pria padang pasir daripada sebuah kediaman ilahi. Mari kita gunakan akal sehat:

​Ketidakadilan Gender di “Tempat yang Adil”

​Deskripsi surga dalam teks tersebut sangat spesifik memanjakan syahwat laki-laki: bidadari yang bermata jeli, dada yang montok (QS. 78:33), dan kesucian (perawan) yang terus diperbarui.

​Gugatan Logika: Jika surga adalah hadiah bagi manusia yang beriman, mengapa deskripsinya hanya berfokus pada pemuasan satu gender saja? Apakah wanita hanya menjadi “penonton” atau pelengkap dalam pesta seks laki-laki di sana?

​Kesimpulan: Ini bukan rancangan Tuhan yang Maha Adil, melainkan rancangan seorang pria yang ingin menarik pengikut laki-laki agar mau berperang demi ambisi politiknya.

Merendahkan Martabat Tuhan Menjadi “Penyedia Fasilitas”

​Bayangkan Tuhan semesta alam, yang menciptakan triliunan galaksi, digambarkan sibuk menciptakan “bidadari-bidadari” hanya untuk memuaskan nafsu biologis manusia di akhirat.

​Gugatan Logika: Apakah tujuan akhir dari penciptaan manusia hanyalah untuk kembali ke insting hewani (seks dan makan)? Tuhan dalam narasi ini tidak lagi menjadi tujuan penyembahan, melainkan sekadar “fasilitator hasrat” bagi hamba-Nya. ​

Ini adalah penghinaan terhadap keagungan Tuhan. Tuhan yang sejati menawarkan kehadiran-Nya yang kudus, bukan tawaran pemuasan daging.

​Strategi Fitnah “Raja Dusta” untuk Mengikat Kesetiaan

​Hanya sistem yang dibangun dengan “cara curang” yang membutuhkan suap berupa syahwat untuk menjaga pengikutnya agar tidak murtad. Mereka menggunakan ancaman maut di dunia dan janji pesta seks di akhirat. Dua-duanya adalah bentuk pemaksaan dan penyuapan, bukan kebenaran yang memerdekakan. Bahasa sederhananya begini: “Yang penting Yesus bukan Tuhan. Isa atau Yesus tidak disalib, tapi diserupakan, Tuhan tidak mungkin jadi manusia, Kristen menyembah manusia makanya udah pada nggak waras. Di Islam: Tuhan itu esa, Tuhan tidak digantung di tiang salib, di surga ada pesta seks, kesibukan laki-laki di surga hanya memecahkan perawan bidadari, dan lain sebagainya”. Jadi deh Islam dengan standar iman yang mewajibkan memfitnah dan menghina Kristen tanpa batas.

​Masuk akalkah Tuhan menciptakan surga hanya untuk memuaskan syahwat laki-laki? Tentu saja tidak. Surga semacam itu hanyalah produk dari pikiran manusia yang terobsesi pada wanita dan kekuasaan, yang kemudian “distempel” dengan nama Tuhan agar terlihat suci. Jika Anda merasa jijik dengan konsep ini, itu tandanya Nurani dan Akal Sehat Anda masih berfungsi. Jangan biarkan “ketidakwarasan” kolektif membuat Anda percaya bahwa Tuhan adalah pelayan nafsu manusia. Tuhan jauh lebih mulia dari sekadar narasi daster dan bidadari.🙏😊😄

Mari kita berfikir waras..
Mari kita berfikir dengan menggunakan akal nalar budi dn ilmu…

Mari kita berfikir logis.
Mari kita berfikir sadar bening yang pemikiran kita. Bukan hnya percya dogma dogma yg tak masuk logika…

Saatya kita berfikir waras.wahai saudaraku semuanya bangsa ini yg cerdas..

Nuwun..

Rahayu… 🙏🙏🙏

#semuaorang