Bahwa sudah sangat jelas, tanah air Papua Barat dicabik-cabik bukan untuk kepentingan rakyat Indonesia dan Papua secara keseluruhan, tapi hanya untuk kepentingan segelintir elit.
Kami nyatakan dengan tegas bahwa, jangan merusak tanah air Papua demi kepentingan segilintir elit, karena jelas bukan demi pembangunan, tapi demi kepentingan segelintir kapitalis.
Tanah air Papua harus tetap dijaga bukan hanya untuk generasi hari ini, tapi juga generasi yang akan datang. Rakyat Papua bukan anti pembangunan, karena mustahil menolak kemajuan zaman, tapi eksploitasi kapitalis dengan dalil pembangunan adalah sebuah kejahatan kemanusiaan dan alam yang mengerikan.
Dan kami rakyat Papua menolak itu!
Hari ini secara resmi Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan Militerisme memasukan surat pemberitahuan kepada Kepolisian Resort Sorong untuk siap turun ke jalan pada hari Kamis 21 Mei 2026.
Sasaran aksi adalah mendesak Gubernur Papua Barat Daya untuk menolak rencana pembukaan perkebunan sawit seluas 98.000 hektar di Provinsi Papua Barat Daya.
Selain daripada itu juga, mendesak Gubernur beserta Forkompida untuk menutup semua pemaksaan perusahaan sawit di Wilayah Imeko, Malamoi, Tambrauw, dan seterusnya.
Selain daripada itu, Front juga menyatakan sikap dengan tegas bahwa siap bersama rakyat Papua di seluruh teritori Papua untuk mengusir semua kejahatan korporasi di tanah ini.
Baik di Biak, Merauke, Jayapura, Yahukimo, Intan Jaya, Dogiyai, dan seterusnya. Front juga menyatakan dengan tegas untuk mengundang seluruh elemen rakyat di tanah Papua untuk bersatu padu turun ke jalan mendesak mundur semua kejahatan di atas tanah ini.
Kepada seluruh rakyat Papua dan Indonesia yang berada di Provinsi Papua Barat Daya untuk segera mengosongkan aktivitas pada hari Kamis untuk bersama kita turun ke jalan.
Kita turun ke jalan bukan untuk suatu kejahatan, tapi untuk menolak segala bentuk kejahatan yang mengatasnamakan pembangunan nasional.
Datang ajak
bapa,
mama,
ade
kaka,
semua
untuk turun ke jalan.
Jangan bawa alat tajam, jangan bawa minuman keras, pastikan aksi kita damai dan bermartabat. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita bukan perusuh, bukan tukan ornar, tapi manusia yang mau mengusir segala kejahatan di atas tanah ini.
Akhirnya sebarkan pesan ini kepada siapapun juga, sampaikan kepada gereja, agama, kantor, untuk segera kosongkan aktivitas dan kita akan turun ke jalan bersama.
Tanah air atau mati, hanya satu kata: lawan!
_________
Musell M Safkaur, Aktifis dan Kritikus Sosial.
Source FB.redup papua






