"The truth not justification"

Kebenaran Bukan Pembenaran

Advertisement

Sesungguhnya Agama Yang Membolehkan Berbuat Dosa adalah BUKAN AGAMA.

Agama yang membolehkan untuk para pengikutnya memaksakan kehendak agar orang lain pindah ke agamanya baik terpaksa dan di paksa dengan dalil bahwa agamanya yang paling benar karena di jatuhkan dari langit tanpa saksi dan bukti adalah berasal dari iblis itu sendiri.

 

Agama dalam bahasa sanskerta, A = tidak, Gama = kacau. Agama di ciptakan nenek moyang pada saat itu bersama kakek peyang supaya manusia tidak kacau. Bukan supaya manusia menemukan Kebenaran. Namun,

Agama ciptaan manusia yang di akui pada saat itu ialah yang berlandaskan kasih, hormat, kebaikan bukan hanya kepada sesama penganut melainkan kepada setiap orang yang memiliki perbedaan aliran kepercayaan.

 

Dari sinilah diakui bahwa agama itu ada karena ada yang menganut dengan keikhlasan dan tanggung jawab pribadi. Sehingga timbullah Bhinneka Tunggal Ika yang semakin memper-erat persatuan dan kesatuan.

 

Dilemanya, ada aliran yang tidak tau dari mana sumbernya. Datang mengaku-ngaku sebagai yang asli. Turun dari langit tanpa saksi dan bukti. Yang kalau tidak percaya di hukum mati. Dan mengaku sebagai mayoritas dan semua harus menghormati kalau tidak mau di eksekusi.

 

Tentu saja ini membuat keberadaan Bhinneka Tunggal Ika terganggu. Karena, semua kedamaian berubah jadi kekacauan.

 

Agama di ciptakan nenek moyang dan kakek peyang supaya tidak kacau. Yang satu ini datang dengan kesiangan ngaku-ngaku pembaharuan dari sebelumnya dan kitabnya berasal dari owner langsung tapi tidak boleh di artikan membuat semesta alam curiga & bertanya. Dan menyatakan bahwa ini bukanlah agama.

 

Karena isi dari kitabnya hanya menghalalkan segala cara demi kepuasan hawa nafsu. Berbeda dengan agama sesungguhnya yang mengajarkan menahan hawa nafsu. Mengasihi sesama mahluk dan semesta.