Indonesia- Sejak Soekarno di lengserkan dengan cara yang keji oleh Soeharto, melalui tangan kotornya menggunakan aparat militer di bawah pantauan siaiei. Kehidupan rakyat Indoenesia tidak ada yang berkurang kemiskinannya. Kesenjangan sosial banyak, kriminal meningkat. Rakyat takut bersuara, karena militer di pakai untuk alat kepentingan penguasa. Dari jutaan triliun yang sudah di keluarkan, sejak dulu hingga sekarang rakyat kecil hanya kebagian ceritanya saja; “Enak zaman ku toh ?”
Yang bukan rakyat, seperti aparat dan pejabat justru merasa paling berhak untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak rakyat. Tapi, karena merasa sudah bekerja merasa paling berjasa tanpa pamrih padahal di gaji dan di fasilitasi rakyat. Ketika merayakan hari besar institusi, rakyat di libatkan dengan slogan besar-besar; Dari rakyat – Oleh rakyat – Untuk Rakyat. Tapi, Pada saat mereka mendapatkan keuntungan yang seharusnya menjadi hak rakyat dengan tanpa merasa malu mengatakan bahwa itu rezeki anak soleh. Rusak sudah ketidak adilan di negri ini. Rakyat lagi-lagi di jajah oleh aparat dan pejabatnya sendiri.
Semua diam, seolah turut menikmati. Tidak ada yang menyadari bahwa dirinya di ciptakan memjadi manusia untuk saling berbagi dan memberi. Agama berhasil turut serta menjalani korupsi kolusi nepotisme.
Belum lagi, aparat dan pejabat yang secara terang-terangan membuka usaha di pemukiman. Yang dimana masyarakat sipil adalah majikannya, dimana majikannya hanya mampu menjual sisa – sisa yang di milikinya. Seperti tanpa merasa berdosa yang di dagangkan adalah milik rakyat. Lagi- lagi, Rakyat hanya di racuni agama, di cap pemalas dan di anggap sebagai sampah masyarakat. Duit anggaran setiap tahun di gelontorkan ribuan triliun entah kemana. Padahal itu di keluarkan mengatasnamakan rakyat.
Rakyat tertipu dan selalu di tipu oleh pemimpinnya, apakah ini tujuan dari yang boleh memimpin di negara ini hanya yang beragama boleh berbohong untuk 3 hal ?











