Pada pukul sekira 16.00 wib terdengar suara Ledakan seperti BOOOOOOOM begitu menggelegar, terdengar keras namun tetap ngebasssss itu. Membuat terkejut sebagian warga sekitar yang bermukim di sana.
Intisari, Kalisari.
Terlihat ada sebidang lahan yang di tutupi terpal berwarna biru dengan tiang – tiang penyangga dari bambu beralaskan tanah. Kanan- kiri – depan adalah rumah warga.
Selang 1 rumah dari kejadian, terletak garasi motor besar – motor gede milik aparat sipil yang masih aktif bertugas memang sudah lama bisnis jual beli motor besar. Diduga sumber gema suara itu di hasilkan dari garasi tersebut & bangunan gedung belakang.
Lahan kosong tersebut adalah milik Rudianto, yang juga tinggal beberapa meter dari lokasi tersebut. Awalnya lahan tersebut di beri pakai gratis untuk warga yang ingin numpang parkir ketika ada tamu.
Baru beberapa hari ini di buat tenda ‘darurat’ itu untuk membuat workshop alat teknik & mekanik perkapalan dengan modal seadanya. Karena menurut pemilik, sudah 3 tahun lebih dirinya tak mendapatkan pekerjaan panggilan otsor di lepas pantai. Atas dasar itulah Rudianto dkk ingin membuka usaha kecil-kecilan di atas lahan miliknya.
Adapun di antaranya, alat tersebut adalah genset kapasitas besar, beberapa tabung las & besi pengikat rantai kapal.
Pada saat kejadian, menurut pengakuan RT (Kepala Desa) tersebut sedang menggunakan mesin las untuk mengerjakan sesuatu.
Namun di duga kondisi selang las sudah kadaluarsa & klem yang tidak lagi maximal menahan tekanan besar pada saat di gunakan pengelasan. Menyebabkan suara Ledakan yang begitu besar hingga terasa sampai di radius 100 meter.
Yang membuat terkejut bagi sebagian orang yang tinggal di situ yang memang pemukiman padat penduduk.
Dengan kejadian tersebut, RT meminta maaf kepada seluruh warga karena telah melakukan kesalahan. Karena tanpa izin telah melakukan praktek perbengkelan yang tidak memenuhi kriteria dan keselamatan standar bagi warga sekitar. Yang dimana rata-rata para warga punya riwayat penyakit jantung & member BPJS. Namun tetap bersyukur karena menurut pengakuannya tidak ada korban.
Dan menurut kordinator lapangan, sebut saja Alung, yang juga memang pekerja kapal lepas pantai. Sehari sebelumnya, sudah berencana untuk menggeser di karenakan sebelah kanan lokasi tersebut baru saja kedatangan seorang bayi yang baru lahir. Namun hal meledaknya selang tabung gas ini malah terjadi kemudian.
Dan menyatakan, memang sebenarnya sudah berencana akan di pindahkan ke daerah Bekasi yang lebih memungkinkan situasi dan lokasi yang berwujud workshop. Sehingga peristiwa tersebut tidak terjadi dan terulang kembali dimana pun beraktifitas.















