"The truth not justification"

Kebenaran Bukan Pembenaran

Advertisement

Kantor Perwakilan Paramartyr Ministries di dunia mengambil sikap tegas terkait Kebenaran harus segera di pisahkan dari pembenaran.

Paramartyr Ministries
==================

Pasir di laut – bintang di langit.

Pemimpin Paramartyr Ministries Mr Don Tjuan yang di tasbihkan juga oleh semesta sebagai Ksatria Piningit yang juga di kenal sebagai ‘yang terakhir’ sebelum terjadinya kiamat menyatakan perlunya mengambil sikap terkait kebenaran di akhir zaman ini. Karena kebenaran adalah sumber dari segala sumber untuk manusia bisa hidup dengan benar baik di dunia maupun di surga kekal nantinya. Hal ini lantaran banyaknya orang-orang dari luar kebenaran yang murtad dan bertobat. Lantaran satu dua pemimpin agamanya sebelum meninggalkan dunia selama-lamanya melakukan jalan singkat pemutihan dengan cara bersaksi dan beraksi untuk jangan takut; “Murtad”.

Tentu hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dari semua mahluk. Ada apa dengan agama? Ternyata hal ini terjadi lantaran banyaknya pemuka agama dari ajaran timur tengah yang mulai mengupas tuntas dan mengartikan setiap kata bahasa dalam kitab yang di ketahui selama ini sebagai jatuh dari langit. Timbul pertanyaan dan kecurigaan yang dimana umat yang menjadi pengikutnya dilarang keras untuk mengartikan karena di anggap tak layak mengartikan bahasa sang pencipta.  Pengikut hanya boleh membaca, menghafal dan melafalkan tanpa boleh sedikitpun mengartikan. Jika bingung hanya di arahkan untuk silahkan bertanya sama yang di anggap guru.

Sehingga banyak warga pendatang dari gurun yang tidak jelas asal – usulnya datang mengaku sebagai keturunan dari kadal gurun. Yang ajarannya di anggap sebagai membodohi- membohongi- menipu- memiskinkan dan menyesatkan penduduk asli dalam suatu negara. Datang miskin gak lama jadi menghasut tiba-tiba kaya raya.

Namun dari sekian pertanyaan yang di ajukan para pengikut, hasil yang di dapat dari yang di anggap sebagai gurunya rata-rata muter-muter gak jelas. Tidak sedikit yang mengambil jalan pintas dengan logika nya yang akhirnya jadi sadar bahwa selama ini  telah di bohongi dan di bodohi. Bahkan sampai kehidupan keluarganya miskin tujuh turunan tujuh tanjakan tujuh tikungan. Sisanya dari itu semua, jalan-jalan dengan seribu pertanyaan tanpa tujuan dan busana yang tadinya lengkap sampai compang-camping tak beraturan.

Apakah ini yang di maksud sebagai; ‘pucuk di cinta ulam tiba?’

Entahlah, yang pasti mereka yang sudah sepuh dalam belajar – berguru – berilmu pasti dalam hati kecilnya penasaran. Dan minta di kasih kesempatan khusus kepada sang pencipta, untuk kata dan kalimat di kitab tersebut boleh di artikan agar hubungan yang sudah lama di jalin itu makin membuat klimax hubungan. Namun, yang di dapat ternyata hanya seperti jauh panggang dari api. Ternyata isinya kosong, seperti pepatah kuno; ‘Tong kosong yang nyaring hanya bunyinya, isinya tidak ada”. Ketika coba di bahas oleh sesama sepuh, hanya tersenyum dan berkata; “kemana aja? dulu saya tanya, jawabnya apa?” Akhirnya sadar, ternyata…..

 

 

 

Pembaharuan dari sebelumnya

Ajaran yang diragukan status kebenaran pembaharuannya ini, kini semakin membuat pengikut dan penganutnya makin kritis untuk mendalami dengan cara berdiskusi antara sesama murid dan malaikat yang sedang bertugas untuk mengawal kebenaran. Dimana malaikat di zaman akhir ini memang di tugaskan untuk memisahkan antara Kebenaran dan Pembenaran. Mereka yang mempertahankan Pembenaran dan mengelabui mahluk hidup yang lain akan mendapatkan upahnya yaitu kematian yang tak dapat di duga datang menimpanya. Sehingga makin jelaslah semua yang selama ini di anggap nomer 1 di dunia ternyata benar. Benar, benar – benar dari dunia, oleh dunia dan hanya untuk di dunia. Sedangkan ke surga, diragukan kebenarannya. Karena memang tertulisnya hanya masuk neraka dahulu.

 

“Lah lalu untuk apa mengeluarkan waktu, tenaga, pikiran dan lain lain sebagainya jika ternyata bahasa yang di anggap jatuh dari langit itu ternyata hanya bualan semata yang tidak dapat di pertanggung jawabkan , karena salah satu pengarang dan penulisnya saja sebelum buku itu jatuh dari langit sudah murtad lebih dulu. Belum lagi yang selama ini di anggap sebagai pemimpin dan mengaku sebagai wakilnya sang pencipta, meninggal karena di racun. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar. Bagaimana mungkin Tuhan mahluk yang ajaib dan sakti memilih wali yang tak sedikitpun di bagi kelebihannya.”

 

Dan, bagaimana mungkin ajaran ini bisa mengaku-ngaku sebagai pembaharuan dari ajaran agama sebelumnya yang nota-bene. Ajaran sebelumnya memiliki Kebenaran yang hakiki dan dapat di buktikan kebenarannya karena banyak bukti dan saksi. Sejarah dan bukti arkeolog yang kuat. Belum lagi, bisa saja orang benar mengundang dengan cara menghadirkan Tuhan Allah sendiri untuk datang. Jadi sangat tidak mungkin, jika menyebut ajarannya sebagai pembaharuan dari sebelumnya. Ini sudah masuk dalam menghina dan menista ajaran sebelumnya, karena tidak ada satupun dari ajaran yang mengaku sebagai pembaharuan ini yang isinya benar-benar Kebenaran.

 

Jadi singkat kata, pernyataan tersebut harus segera di sahkan di Mahkamah Internasional untuk memdapatkan legal standingnya. Agar tidak ada pihak yang di rugikan karena ajaran tersebut sudah benar-benar meresahkan hampir di semua warga asli dalam suatu negara di dunia. Jika memang tak di dapatkan kesepakatan, silahkan pakai nama-nama pemimpinnya dari sejarah sendiri. Tidak sedikitpun mengutip nama dari kitab ajaran lain. Karena tidak ada agama yang menumpang agama lain tanpa izin dan kesepakatan yang di tandatangani bersama. Dan itu pasti ada royalti dan keuntungan dari setiap keuntungan yang di jalankan.

 

Kafir Di luar Umat Allah

Dalam pengajaran Tuhan Allah kepada umat- Nya pertama kali di dunia yang di sebut dengan Isra-EL, mengatakan untuk tidak hidup bersama dengan orang Kafir (di luar Tuhan Allah). Bangsa kafir ini suka dengan pembenaran, suka dengan tipu menipu dan suka dengan meng-klaim yang bukan kepunyaannya. Kehidupan orang kafir sangat bertolak belakang dengan kebenaran. Hidupnya penuh dengan kedagingan, ajarannya menitik beratkan pada hawa nafsu, ibadahnya adalah memuja arwah, memuji kebohongan dan menyembah batu sejak turun temurun. Tak sedikitpun kebenaran surgawi ada di dalamnya untuk itulah Tuhan Allah tidak ingin Umat-Nya pertama bergaul dengan salah satu dari mereka. Karena itu adalah bentuk pengkhianatan kepada Allah yang Maha Suci, Kudus lagi Maha Mulia. Dan Tuhan Allah menyebut mereka semuanya itu sebagai Kafir.

Jadi sesungguhnya mereka yang menganggap ajarannya sebagai pembaharuan dari ajaran sebelumnya ini adalah orang kafir sesungguhnya di mata surga. Ajarannya menghalalkan segala cara, halal darahnya, biji ganti biji, mata ganti mata dll dst nya. Boleh berbohong bahkan di anjurkan kepada mereka yang tak sealiran untuk di jadikan korbannya, begitu juga bagi wanita yang sealiran dianggap tak memiliki posisi.

Berbeda dengan ajaran yang sebelumya, penuh kasih – sayang- hormat. Jadi sangat tidak mungkin sekali orang kafir meng-klaim bahwa ajarannya adalah pembaharuan dari ajaran sebelumnya. Ini harus di rapatkan ulang di dunia internasional agar terang benderang. Dilakukan karena ada banyak orang di rugikan yang di timbulkan.

 

Halal bin Helel

Halal adalah nama lain dari helel yaitu jin mata satu. Mereka secara terang-terangan mengakui bahwa jin itu ada yang baik dan ada yang jahat. Menurut ajarannya jin yang baik di tugaskan menjaga mereka untuk tidak ‘tersesat’. Bahkan sampai hal apa yang masuk dari mulut sampai dengan yang keluar dari burit. Untuk itu mereka melalui organisasi pemuka agamanya menekankan untuk mengkonsumsi produk makanan dan minuman yang ada label nama jin mereka. Yaitu Halal. Halal adalah nama lain dari Helel si iblis mata satu yang di sebut juga sebagai dajal. Ini tidak masalah bagi mereka karena memang ajarannya demikian.

 

Menjadi masalah jika kemudian mereka memasukan labelnya itu untuk semua produk dalam suatu negara, yang di mana di negara tersebut ada jiwa yang tak sepaham dengan aturan tersebut. Ini sungguh sangat tidak logis. Harusnya logo jin halal bin helel itu di jual khusus untuk anggota mereka saja. Agar yang tak seajarannya tidak menjadi turut serta korban penyesatan yang di lakukan oleh segerombolan orang yang memang dari awalnya adalah sudah mengaku sebagai pemuja junjungannya.

 

Berbeda dengan ajaran sebelumnya, yang menitik beratkan kepada yang haram itu apa yang sudah di muntahkan di makan lagi. Jadi sungguh ajaran yang mengaku pembaharuan dari sebelumnya ini seharusnya tidak lagi memperkaya diri dengan tidak membodohi – membohongi – menipu – memiskinkan rakyat lewat kotbah palsu melainkan membuat rakyat bodoh miskin menjadi makmur sejahtera. Bukan malah sebaliknya. Jadi sangat tidak mungkin dari ketiga poin di atas saja sudah terbukti berlawanan. Tidak dapat di benarkan keabsahannya dari ajaran yang mengaku sebagai pembaharuan dari sebelumnya tersebut.

 

 

 

 

Sikap sesungguhnya

Untuk itu, Paramartyr Ministries yang berkantor pusat di Surga, meminta kepada pemimpin dari pemuka ajaran mereka untuk tidak lagi menyebut sebagai pembaharuan dari ajaran sebelumnya tanpa menunjukan bukti otentik dari para penganut dan pengikut ajaran sebelumnya yaitu mereka yang percaya bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan Juru selamat satu-satunya sekarang ini, bukan yang lain. Hal ini di ambil sebagai langkah yang benar, agar sesuai legal standingnya. Tidak cukup hanya pengakuan dari sepihak dan tidak di akui oleh dunia internasional, karena akan berdampak sebagai kesesatan dan penyesatan yang hukumannya di dunia dan di akhirat sulit di tebus walau dengan nyawa sekalipun tidak akan lunas.

 

Langkah ini di ambil, karena Kebenaran makin tergerus oleh pembenaran. Kebenaran merasa di rugikan dari berbagai macam sisi dan porsi. Diam, seakan-akan di anggap mengakui pernyataan sepihak tersebut. Padahal tidak demikian. Mereka diam karena tahu isi ajarannya menuju ke lubang orang mati. Untuk itulah Paramartyr Ministries meminta untuk yang terbeban dengan ajaran tersebut untuk meminta PBB atau United Nation segera mengambil langkah ini. Karena biar bagaimana ini akan mendamaikan dunia, tanpa mengaku sebagai pembaharuan dari sebelumnya. Karena sangat tidak benar, jika di katakan; “Pembenaran pembaharuan dari Kebenaran”.  Karena yang benar hanyalah: “Kebenaran bukan pembenaran”. Kebenaran tidak bisa di satukan dengan pembenaran.

 

Yang nantinya,

Adapun, umat Kristen tidak berhak mengikuti aturan dan ajaran yang di berlakukan oleh kumpulan mereka, seperti label makanan yang harus ada nama jin helel. Yang junjungannya sendiri saja belum diketahui wujud dan sosoknya. Dan untuk tidak lagi menyebut nama Tuhan Allah dengan sembarangan. Dan, sebagai pendahulu sudah semestinya mendapatkan royalti dan kompensasi hasil dari label haram selama ini dalam suatu negara yang nilainya tidak sedikit per tahunnya. Ini bukan bagaimana Tuhan di bela, melainkan pernyataan dan sikap menolak pembodohan dan pembohongan yang dilakukan secara sistematis.