Advertisement

Presiden menaikkan tunjangan kinerja untuk TNI dan kemenhan tanda keraguan menyelimuti dirinya karena di anggap menggadaikan negara ke asing

Presiden tampaknya semakin gelisah dengan kondisi anak buahnya yang terpecah menjadi 4 (empat) bagian. Di karenakan perbuatannya jauh dari cita-cita UUD 1945 dan Harapan pahlawan.

Dengan upaya daya segala cipta kondisi berusaha menyuap instansi negara yang juga bawahan nya. Berharap semua akan bahagia dengan di naikkan gaji dan tunjangan.

Adapun gaji dan tunjangan nya yang tidak sepantasnya di naikkan adalah sebagai berikut;

– kastaf (bintang 4): dari 37,81jt → 48,61jt
– kasum/wakasad (bintang 3): dari 34,9jt → 44,87jt

 

Namun sepertinya, tidak semudah itu membeli prajurit TNI. Karena mereka sudah teruji dan tahan uji. Mungkin yang di atas bisa di iming-imingi. Tapi tidak dengan prajurit tanah air jaya sakti.

 

Yang siap membela NKRI yang sudah harga mati. Tidak akan berkhianat untuk kedua kali seperti zaman orde baru.  Dimana pada saat itu ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) di peralat Soeharto menjadi kaki tangan CIA demi kepentingan Amerika.

 

Yang akhirnya melahirkan sejarah yang tidak indah yaitu pahlawan revolusi. ABRI di manfaatkan untuk kepentingan pribadi. Itulah kenapa sejak reformasi ABRI berubah menjadi TNI.

Prajurit TNI kini sudah mengatur strategi untuk menangkap & menjerat musuh-musuh rakyat. Yaitu mereka yang menjabat memperkaya diri kelompok, partai penguasa dan golongan atas yang tak ubahnya seperti PKI.